BLOG SUPPLY CHAIN LOGISTIK DAN GUDANG

(YOUR TRUSTED BLOG AND PARTNER), Referensi tentang Manajemen Supply Chain Logistik Dan Gudang Serta Distribusi

May 14, 2018

Manajemen Gudang | Prosedur langkah kerja penerimaan dan penyimpanan barang jadi dari produksi

loading...


Pembahasan kali ini adalah mengenai langkah - langkah  kerja penerimaan dan penyimpanan barang hasil produksi.
Supaya proses penyerahan hasil produksi oleh departemen produksi ke departemen supply chain ( SCM ) dalam hal ini gudang finish food maka perlu di bakukan sebuah sistem dan pelaporan yang jelas. Biasanya untuk proses seperti ini di mana melibatkan dua departemen yang berbeda, sistem tersebut di bakukan dalam sebuah prosedur. Karena pembahasan kali ini adalah mengenai gudang maka prosedur yang akan kita bahas adalah prosedur gudang finish good.

1.    TUJUAN


   Tujuan dari prosedur ini  menjamin bahwa proses kontrol dan mekanisme penerimaan serta penyimpanan barang jadi dari proses produksi bisa berjalan dengan benar dan efektif oleh bagian gudang maka prosedur langkah kerja yang akan kita bahas adalah prosedur  gudang finish good.

                                          
2.    RUANG LINGKUP

Prosedur ini mengatur  proses penerimaan dan penyimpanan barang Finish Goods, pengecekan kesesuaian, membuat bukti penerimaan barang sampai dengan penyimpanan barang.

Adapun langkah - langkah kerjanya adalah sebagai berikut :


(1). Staff gudang Finish Good ( FG ) menerima barang hasil proses produksi di sertai dengan Lembar Penyerahan Barang ( LPB ). Jika tidak ada LPB nya maka Staff gudang tidak boleh menerimanya dan meminta Foremen produksi untuk membuatkan LPB nya terlebih dahulu.


(2). Staff gudang FG harus mengecek kesesuaian antar jumlah unit barang yang di serahkan oleh produksi dengan aktual barang yang di terima.


(3). Jika jumlah barang yang diterima  oleh gudang FG tidak sesuai dengan jumlah yang tertera di LPB nya maka staff gudang FG wajib mengembalikan LPB tersebut untuk di revisi kembali.



Contoh Lembar Penyerahan Barang
(4). Jika jumlah barang yang di terima sudah sesuai.dengan LPB nya maka Staff gudang FG akan menginput penerimaan barang tersebut ke dalam sistem Axapta. Tata cara penginputannya di atur dalam bentuk Instruksi Kerja ( IK ) tersendiri.

(5).  Staff gudang FG juga harus menginput data - data penerimaan barang tersebut kedalam kartu stock gudang.


(6). Selanjutnya operator gudang melakukan penyimpanan dan penempatan barang sesuai dengan Instruksi Kerja ( IK ) nya.


Dengan di bakukannya sistem atau prosedur ini maka dua belah pihak yakni produksi  dan SCM akan menjadi paham apa yang menjadi tanggung jawabnya.


Semoga apa yang saya share ini bermanfaat buat  sobat semua.


Mohon kiranya berikan tanggapan atau komentar untuk penyempurnaan blog saya kedepan.



Wassalam


Refferensi : Prosedur PT SDP






loading...

No comments:

Post a Comment