BLOG SUPPLY CHAIN LOGISTIK DAN GUDANG

(YOUR TRUSTED BLOG AND PARTNER), Referensi tentang Manajemen Supply Chain Logistik Dan Gudang Serta Distribusi

May 16, 2018

Manajemen Gudang | Prosedur Penanganan Produk Reject & Pengiriman Barang ke Pelanggan di Gudang

loading...

Stock gudang RM
Untuk menjaga agar penanganan material reject baik itu yang berasal dari supplier ( pemasok ) ataupun yang berasal dari produksi maka di gudang perlu ada sebuah mekanisme penanganan yang jelas untuk mencegah material yang reject tersebut tercampur dengan material yang good. Mekanisme tersebut perlu di bakukan dalam sebuah prosedur agar nantinya wewenang dan tanggung jawab antar divisi menjadi jelas.


TUJUAN
Prosedur ini bertujuan untuk menetapkan sistem dan tanggung jawab dalam penanganan produk unit atau spare part yang telah dinyatakan reject atau no good (NG) di gudang baik dari pemasok dan dari proses produksi.
                                                                      
RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup dan berlaku untuk seluruh produk unit atau spare part yang masuk dan di terima oleh  gudang.

RINCIAN PROSEDUR
(1). Gudang memastikan produk unit atau spare part yang masuk dan dikirim ke produksi dalam keadaan baik atau sudah dinyatakan lulus QC. Jika ditemukan produk unit atau spare part yang reject, gudang harus melakukan tindakan sbb :

(2). Produk unit atau spare part reject dari pemasok maupun produksi di kelola oleh gudang sesuai Instruksi Kerja Penanganan Barang Reject dari Pemasok atau Produksi .

(3). Produk reject harus disimpan terpisah dari produk yang lain, serta tertata secara baik.
Untuk setiap produk unit atau spare part yang di laporkan oleh QC berdasarkan Memo Reject Incoming.    
                                                                                                                                                         (4).Staff Gudang akan melakukan pemotongan stock di sistem sesuai dengan jumlah yang di laporkan tersebut, kemudian memberikan keterangan “Reject produksi” atau “Reject dari pemasok”. Nomor jurnal yang muncul di sistem di catat pada dokumen laporan tersebut.

(5). Secara berkala gudang akan melaporkan dan menyerahkan produk reject tersebut ke Bagian General Affair, menggunakan Form Lembar Penyerahan Barang dan  di setujui oleh Supply Chain Manager.

(6). Bagian General Affair melakukan proses penerimaan produk reject sesuai Prosedur Pengelolaan Limbah .

Demikianlah pembahasan mengenai Penanganan Produk Reject  di Gudang RM.

Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama.

Selanjutnya kita akan bahas mengenai prosedur pengiriman barang ke pelanggan


gudang FG


Untuk menjaga agar distribusi atau pengiriman barang ke pelanggan terjamin kebenarannya baik jumlahnya, type nya dan sebagainya maka perlu ada sebuah mekanisme yang jelas dan tegas. Mekanisme tersebut  perlu di bakukan dalam sebuah prosedur agar nantinya wewenang dan tanggung jawab antar divisi menjadi jelas.


TUJUAN

Prosedur pengeluaran barang jadi (unit & spare part) ini menjamin  bahwa proses kontrol dan mekanisme pengeluaran barang jadi (unit & spare part) untuk pelanggan dari bagian gudang FG dan FGA  telah dijalankan secara benar  dan  efektif.
                                                                      
RUANG LINGKUP
Prosedur ini mengatur proses pengeluaran barang jadi (unit &  spare part) di gudang FG & FGA sampai ke proses penyerahan barang kepada pelanggan.

 RINCIAN PROSEDUR

(1).Perintah kirim dari Bagian Logistik.

(2). Staff  gudang FG atau FGA  menerima perintah kirim barang jadi (unit & spare part) dari Staff Logistik berupa Order Line.

(3). Catatan : Kecuali spare part untuk servis dilakukan oleh Admin AFSS.

(4). Persiapan barang jadi yang akan dikirim.

(5). Operator gudang FG  atau FGA menyiapkan barang jadi (unit & spare part) sesuai dengan Order Line.

(6). Operator gudang FGA melakukan pengemasan sesuai dengan Instruksi Kerja Packaging Spare part.

(7). Staff Gudang FG mengumpulkan Check List Final  yang ada pada kemasan per pengiriman sesuai dengan Prosedur Identifikasi dan Mampu Telusur.

(8). Barang jadi (Unit) yang akan di kirim ke pelanggan di siapkan di area persiapan muat barang.

(9). Terbit Surat Jalan

Staff Gudang FG atau FGA  menerbitkan Surat Jalan  di system Axapta sesuai dengan Instruksi Kerja Buat Surat Jalan di Sistem Axapta.

(10). Bagian gudang mencatat pengeluaran barang jadi tersebut ke dalam kartu stok.
Stock barang Gudang FGA dicatat pada Stock Card  oleh Operator Gudang.

(11). Stock barang Gudang FG, diinput pada Kartu Stok Produk Jadi Proses ini dilanjutkan ke Prosedur Pengiriman ke Pelanggan.

Demikianlah pembahasan mengenai Prosedur Pengiriman Barang Jadi ke Pelanggan.
Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita.


Refferensi : Prosedur PT SDP

loading...

No comments:

Post a Comment