BLOG SUPPLY CHAIN LOGISTIK DAN GUDANG

(YOUR TRUSTED BLOG AND PARTNER), Referensi tentang Manajemen Supply Chain Logistik Dan Gudang Serta Distribusi

March 11, 2019

Manajemen Gudang | Stock Gudang Dan Hubungannya Dengan Material Consumtion (Material Used)

loading...
Image source : doc pribadi

Material Consumtion (material used) adalah material yang di pakai untuk keperluan produksi. Semakin tinggi nilai consumtion maka artinya semakin baik pula untuk stock level gudang. Mengapa ? Karena itu artinya penggunaan material stock yang di beli oleh gudang habis terpakai untuk proses produksi dan tidak menjadi dead stock di gudang. Jika nilai material consumtion nya kecil maka bisa di pastikan nilai level stock di gudang akan meningkat.

Seperti di ketahui bahwa pembelian material yang di lakukan oleh gudang di dasarkan pada forecast Sales atau production plan dari PPIC. Jika forecast Sales atau production plan dari PPIC tepat dan sesuai dengan pembelian material bahan baku dan pendukungnya maka nilai consumtion materialnya juga akan tepat dan baik. Sebaliknya jika forecast Sales dan production plan PPIC meleset dan berubah - ubah (Revisi) maka akan sangat mempengaruhi nilai stock gudang karena itu artinya material yang sudah di beli terpaksa tidak bisa di gunakan dan harus membeli material baru sesuai kebutuhan production plan yang berubah tersebut. Material yang tidak terpakai akhirnya menjadi stock gudang dan akan menambah level stock gudang. Dan hal seperti ini tentu tidak baik untuk gudang.

Bagi Anda sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap stock gudang sudah barang tentu harus mempunyai trik - trik khusus berdasarkan pada data dan analisa, dalam menentukan berapa jumlah material yang akan di order dan kapan waktu kedatangannya secara tepat. Karena inventory gudang berada di bawah kontrol PPIC maka anda harus menjalin komunikasi yang baik dengan mereka.

Beberapa kiat dan usaha yang bisa anda lakukan agar material consumtion bisa maksimal antara lain :

1. Pada saat meeting perencanaan produksi dengan divisi terkait pastikan bahwa paling tidak 70% dari perencanaan produksi tersebut sudah fix. Sisanya 30% masih di mungkinkan adanya revisi karena ada permintaan khusus dari customer dan sebagainya.

2. Lakukan order material secara partial, jangan melakukan order barang sekaligus terkecuali material tersebut pengadaannya sulit dan lama. Order untuk mengantisipasi perubahan yang kemungkinan terjadi bisa anda lakukan kemudian.

3. Berdasarkan data analisa buffer untuk antisipasi reject bisa anda turunkan ke level yang paling rendah. Ini perlu analisa yang kompherensif dan monitoring yang terus menerus.

4. Perhatikan dan analisa tren perubahan planning produksi dari PPIC, kapan biasanya di lakukan dan type - type apa saja yang biasanya sering di minta secara mendadak.

5. Jalin komunikasi yang baik dengan suplier sehingga mereka bisa mengerti bisnis plan kita dan bisa mensuply material yang kita order secara tepat waktu.

6. Kurangi reject akibat kesalahan handling di gudang sehingga material selalu dalam keadaan baik secara mutu ketika akan di pakai untuk proses produksi.

7. Tingkatkan keakuratan data stock sehingga material yang kita order adalah benar - benar yang kita butuhkan dan tidak terjadi kesalahan data yang mengakibatkan kelebihan order.

8. Lakukan monitoring secara terus menerus terhadap stock barang di gudang.

Demikian lah antara lain kiat dan usaha yang bisa anda lakukan untuk memaksimalkan penggunaan material untuk proses produksi.
Semoga berguna dan bermanfaat untuk anda.
loading...

No comments:

Post a Comment