BLOG SUPPLY CHAIN LOGISTIK DAN GUDANG

(YOUR TRUSTED BLOG AND PARTNER), Referensi tentang Manajemen Supply Chain Logistik Dan Gudang Serta Distribusi

November 17, 2018

Supply Chain | Fungsi Perencanaan Dalam Supply Chain Manajemen

loading...
planning, sumber:pixabay
Dalam artikel sebelumnya saya pernah mengatakan bahwa dalam manajemen supply chain tidak ada sesuatu hal yang pasti, selalu ada kemungkinan dan kemungkinan yang bisa saja terjadi. Hal tersebut merupakan akibat dari beberapa faktor yang terlibat dalam kegiatan supply chain tersebut.
Ada empat (4) hal atau faktor utama yang sangat mempengaruhi segala kegiatan dan aktivitas supply chain yaitu :
  • Kondisi internal supplier
  • Forwarder atau ekspedisi
  • Situasi dan kondisi jalan
  • Letak gudang

Keempat faktor tersebut nanti akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Untuk sekarang ini saya akan fokus membahas tentang fungsi dan pentingnya perencanaan dalam kegiatan supply chain.
A. Perencanaan Pembelian
Sebelum melakukan aktivitas pembelian, kita harus melakukan update dan pemutakhiran data stock baik raw material di gudang maupun stock WIP ( Work in Proses ) di line produksi. Cara yang dapat kita lakukan adalah dengan mengadakan kegiatan stock opname. Dengan demikian maka akan di peroleh data stock yang real dan akurat.
Setelah itu tahap selanjutnya adalah kita masukkan data hasil stock opname tersebut ke dalam perhitungan. Kita juga harus memasukkan model atau type dan jumlah produk yang akan kita produksi. Data ini bisa kita dapatkan dari forecast sales marketing.
Setelah semua kita masukkan kedalam perhitungan baik dengan system MRP atau MS Excel yang sudah ada, maka akan terlihat barang mana saja yang akan kurang untuk kegiatan produksi. Dari sinilah yang menjadi dasar bagi supply chain untuk melakukan pembelian barang tersebut. Perhitungan stock opname di butuhkan dalam perencanaan karena jika data stock yang di peroleh bukan data yang sebenarnya atau real di lapangan akan berakibat pada barang yang di order juga salah, baik jenis maupun jumlahnya. Hal tersebut tentu sangat berbahaya karena beresiko pada terhentinya kegiatan produksi yang tentu saja mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
B. Time Of Delivery
Setelah kegiatan perencanaan pembelian di lakukan maka tugas kita selanjutnya adalah menentukan waktu kedatangan barang yang kita pesan. Dalam kegiatan ini kita harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain :
  • Kesanggupan supplier 
  • Waktu pengadaan barang oleh supplier
  • Waktu delivery
  • Waktu cleareance bea cukai ( jika barang import )
  • Kondisi jalan
  • Kemungkinan permintaan mendadak dari marketing atau sales.

Hal - hal tersebut harus menjadi perhatian karena hampir semua faktor di atas adalah ketidakpastian, artinya masih mungkin untuk meleset dari jadwal yang kita buat.
Selain faktor - faktor di atas dalam melakukan aktivitas perencanaan pembelian dan delivery ada satu hal yang juga harus menjadi perhatian kita yaitu kapasitas gudang penyimpanan raw material. Walaupun kita memesan barang sekaligus kita harus melakukan analisa lebih dalam lagi mengenai kapan barang tersebut akan di butuhkan. Kecuali barang import, maka barang - barang yang kita order dari suplier lokal bisa kita atur sedemikian rupa sehingga nantinya kedatangan barang tersebut bisa di lakukan bertahap menyesuaikan dengan tanggal di mana barang tersebut akan di pakai. 
Tujuan dari pengaturan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Agar kapasitas gudang tetap terjaga pada level aman, tidak over, bersih dan rapih.
  2. Agar cash flow keuangan perusahaan juga lancar karena nantinya pembayaran nya tidak langsung dalam jumlah yang besar.
  3. Tidak ada cost lebih yang harus di keluarkan perusahaan untuk kegiatan moving barang, menyusun ulang letak barang akibat dari kedatangan barang yang sekaligus banyak.
  4. Resiko dead stock karena pergantian model bisa di hindari atau paling tidak di minimalkan.


Demikianlah pentingnya perencanaan dalam kegiatan supply chain. Ikuti terus blog saya untuk pembahasan lebih detail lagi mengenai faktor - faktor dan hal yang berpengaruh dalam kegiatan supply chain seperti di atas.
Semoga artikel ini berguna dan bermanfaat untuk anda.

Copyright : www.manajemengudang.ga

loading...

No comments:

Post a Comment